Bagaimana masyarakat Indonesia mengenal sepeda motor
Sepeda motor telah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari sebagian besar masyarakat Indonesia. Pasar sepeda motor dari waktu ke waktu semakin ramai, para produsen sepeda motor terus memasang target peningkatan penjualan.
Perkembangan sepeda motor di Indonesia dapat ditelusuri jejaknya hingga masa sebelum Republik Indonesia terbentuk, yakni pada akhir abad ke-19. Pada waktu itu wilayah Indonesia masih bernama Hindia Timur Belanda.
Sepeda motor pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1894. "Merk" sepeda motor tersebut adalah Hildebrand & Wolfmuller, buatan Jerman. Adapun orang pertama yang diyakini sebagai pengendaranya di wilayah Indonesia adalah John C. Potter, seorang teknisi pada sebuah pabrik di daerah Probolinggo.
Informasi singkat tentang sepeda motor Hildebrand & Wolfmuller: dirancang oleh Hildebrand bersaudara (Heinrich dan Wilhelm) dan Alois Wolfmuller di Munich, Jerman; mesin berkapasitas 1488 cc dan dapat mencapai kecepatan maksimal 45 km/jam; dianggap mirip spesifikasi mesin pesawat terbang dalam skala lebih kecil.
Jejak keberadaan sepeda motor Hildebrand & Wolfmuller di Indonesia masih dapat ditemukan di Museum Lalu Lintas di Surabaya, Jawa Timur. Adapun beberapa unit lain yang masih terselamatkan hingga sekarang disimpan di Deutsches Zweirad-und NSU-Museum (Jerman), Science Museum (Inggris), The Henry Ford (Amerika Serikat), dan Wells Auto Museum (Amerika Serikat).
Referensi: deuscustoms.com.