Posts

Showing posts with the label politik

Kronologi pemerintahan Byzantium periode 474-1204

Kaisar Constantine memegang kekuasaan penuh atas seluruh wilayah Romawi dan setelah naik tahta ia bergelar Constantine I. Segera setelah ia menaklukkan Licinius, Constantine I membangun kembali Byzantium sebagai pusat agama Kristen. Byzantium selesai dibangun pada tahun 330 dan mendapatkan julukan "Romawi Baru" dan diubah namanya menjadi Constantinople. Romawi Baru ini kelak lebih dikenal sebagai "Romawi Timur", sebutan lain dari Byzantium. Selama lebih dari 1000 tahun Byzantium bertahan sebagai sebuah kerajaan besar yang kekuasaanya membentang dari Timur ke Barat, menjadi penyambung sekaligus persimpangan di antara keduanya (Cavallo, 1997). Byzantium dinamakan pula sebagai Romawi Timur. Memang, sempat muncul kegalauan di antara masyarakat mengenai sebutan yang tepat bagi mereka, Byzantium atau Romawi? Mereka lebih mengaku sebagai orang Romawi. Barulah mulai abad ke-18 para ahli menggunakan sebutan Byzantium (Rogers, 2013: 5-7). Kerajaan ini mencapai puncaknya pada...

Sejumlah pandangan mengenai Winston Churchill

Pada tahun 2015 Britania Raya memperingati 50 tahun kematian Winston Churchill, Perdana Menteri pada masa Perang Dunia Kedua. Banyak yang menganggapnya sebagai orang besar, terhebat sepanjang masa bangsa Briton, namun tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai seorang figur yang kontroversial. Pada saat Britania berada pada masa paling gelap ( darkest hours ) akibat Perang Dunia Kedua, kepemimpinan Churchill sangatlah penting di dalam menjaga morale dan memimpin negara tersebut menuju kemenangan atas Jerman. Pada tahun 2002, Winston Churchill melampaui reputasi tokoh-tokoh kenamaan seperti Shakespeare, Darwin, dan Brunel, sebagai " the greatest ever Briton ". Namun, di dalam karirnya selama kurang-lebih 70 tahun, ia memiliki masa-masa yang kontroversial. Allen Packwood, direktur Churchil Archive Centre, berpendapat, "Ada bahayanya bilamana Churchill memperoleh status sebagai ikon murni karena kedudukan tersebut akan melepaskannya dari unsur kemanusiaan. Ia adalah seseo...

Pergerakan teknokrasi dalam arena politik Jepang

Di arena global, era 1910an diwarnai oleh gerakan jajaran elit ilmuwan teknologi untuk menuntut status yang lebih tinggi dan akses yang lebih mudah menuju kekuasaan politik. Para teknokrat (birokrat-teknologi [ technology-bureaucrat ]) di Jepang tidak ketinggalan pula melakukan hal serupa. Mereka menanggapi industrialisasi dengan mengajukan tuntutan kepada pemerintah untuk mempermudah kegiatan penelitian dan pengembangan. Para insinyur sipil pada pemerintah pusat aktif di dalam gerakan pergerakan teknokrat ini. Mereka bertanggung jawab terhadap pembangunan lahan namun tidak memiliki akses yang luas di dalam proses pembuatan kebijakan. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh adanya Undang-undang Pemilihan Pegawai Sipil ( bunkan nin 'yorei ) yang diskriminatif. Gesekan antara teknokrat dan birokrat-hukum ( law-bureaucrat ) menjadi sentral dari pergerakan teknokrasi di Jepang. Gerakan inilah yang melatarbelakangi kebijakan-kebijakan sains dan teknologi Kerajaan Jepang berdasarkan def...