Kronologi pemerintahan Byzantium periode 474-1204
Kaisar Constantine memegang kekuasaan penuh atas seluruh wilayah Romawi dan setelah naik tahta ia bergelar Constantine I. Segera setelah ia menaklukkan Licinius, Constantine I membangun kembali Byzantium sebagai pusat agama Kristen. Byzantium selesai dibangun pada tahun 330 dan mendapatkan julukan "Romawi Baru" dan diubah namanya menjadi Constantinople. Romawi Baru ini kelak lebih dikenal sebagai "Romawi Timur", sebutan lain dari Byzantium.
Selama lebih dari 1000 tahun Byzantium bertahan sebagai sebuah kerajaan besar yang kekuasaanya membentang dari Timur ke Barat, menjadi penyambung sekaligus persimpangan di antara keduanya (Cavallo, 1997). Byzantium dinamakan pula sebagai Romawi Timur. Memang, sempat muncul kegalauan di antara masyarakat mengenai sebutan yang tepat bagi mereka, Byzantium atau Romawi? Mereka lebih mengaku sebagai orang Romawi. Barulah mulai abad ke-18 para ahli menggunakan sebutan Byzantium (Rogers, 2013: 5-7). Kerajaan ini mencapai puncaknya pada saat dipimpin oleh, antara lain, Constantine dan Justinian I. Byzantium merupakan kerajaan yang dipimpin oleh kepala pemerintahan yang bergelar Kaisar (emperor/empress). Di tengah dominasi kaisar laki-laki, terdapat masa dalam periode tahun 474-1204 ketika Byzantium dipimpin oleh kaisar perempuan, yakni Irene (797-802), Zoe (1042-1050), dan Theodora (1055-1056).
Salah satu warisan yang menarik dari warisan Byzantum adalah seni. Seni Byzantium memberikan perhatian khusus kepada ekspresi religius dan cenderung merefleksikan pandangan yang sangat hirarkis tentang alam semesta. Karakteristiknya mengandalkan ketegasan garis dan warna. Dinding, atap, dan kubah pada masa Byzantium dihiasi oleh mosaik dan fresco yang berbaur secara total dengan ekspresi arsitektural dan piktorial. Dalam seni pahat, Byzantium terkenal dengan relief-relief dari bahan gading. Peran seni Byzantium bagi seni religius bangsa Eropa sangatlah besar dan pengaruhnya menyebar hingga Mediterranea dan Eropa Timur.
Pada kesempatan ini saya akan menyajikan tokoh-tokoh yang menjadi kaisar Byzantium periode tahun 474-1204. Di dalam sejarahnya pemerintahan Byzantium tercatat keberadaannya hingga tahun 1453. Dalam periode tahun 1204-1453 kerajaan ini dipimpin kaisar-kaisar dari Latin (1204-1237), Nicaea (1204-1261), sebelum diambilalih oleh kaisar-kaisar dari Yunani (1261-1453).
Kronologi pemerintahan Byzantium 474-1204
Referensi
Cavallo, Guglielmo. (ed.). 1997. The Byzantines. Translated from "L'Uomo bizantino" by T. Dunlap, T.L. Fagan, & C. Fagan. University of Chicago Press.
Rogers, Kelly. 2013. The Byzantine Empire: A society that shaped the world. Teacher Created Materials, Inc. pp. 5-7.
Wolff, Anita. (ed.). 2006. Britannica Concise Encyclopedia. Encyclopaedia Britannica, Inc. p. 305.
Selama lebih dari 1000 tahun Byzantium bertahan sebagai sebuah kerajaan besar yang kekuasaanya membentang dari Timur ke Barat, menjadi penyambung sekaligus persimpangan di antara keduanya (Cavallo, 1997). Byzantium dinamakan pula sebagai Romawi Timur. Memang, sempat muncul kegalauan di antara masyarakat mengenai sebutan yang tepat bagi mereka, Byzantium atau Romawi? Mereka lebih mengaku sebagai orang Romawi. Barulah mulai abad ke-18 para ahli menggunakan sebutan Byzantium (Rogers, 2013: 5-7). Kerajaan ini mencapai puncaknya pada saat dipimpin oleh, antara lain, Constantine dan Justinian I. Byzantium merupakan kerajaan yang dipimpin oleh kepala pemerintahan yang bergelar Kaisar (emperor/empress). Di tengah dominasi kaisar laki-laki, terdapat masa dalam periode tahun 474-1204 ketika Byzantium dipimpin oleh kaisar perempuan, yakni Irene (797-802), Zoe (1042-1050), dan Theodora (1055-1056).
Salah satu warisan yang menarik dari warisan Byzantum adalah seni. Seni Byzantium memberikan perhatian khusus kepada ekspresi religius dan cenderung merefleksikan pandangan yang sangat hirarkis tentang alam semesta. Karakteristiknya mengandalkan ketegasan garis dan warna. Dinding, atap, dan kubah pada masa Byzantium dihiasi oleh mosaik dan fresco yang berbaur secara total dengan ekspresi arsitektural dan piktorial. Dalam seni pahat, Byzantium terkenal dengan relief-relief dari bahan gading. Peran seni Byzantium bagi seni religius bangsa Eropa sangatlah besar dan pengaruhnya menyebar hingga Mediterranea dan Eropa Timur.
Pada kesempatan ini saya akan menyajikan tokoh-tokoh yang menjadi kaisar Byzantium periode tahun 474-1204. Di dalam sejarahnya pemerintahan Byzantium tercatat keberadaannya hingga tahun 1453. Dalam periode tahun 1204-1453 kerajaan ini dipimpin kaisar-kaisar dari Latin (1204-1237), Nicaea (1204-1261), sebelum diambilalih oleh kaisar-kaisar dari Yunani (1261-1453).
Kronologi pemerintahan Byzantium 474-1204
| Nama | Periode Tahun | |
| Zeno | 474-491 | |
| Anastasius I | 491-518 | |
| Justin I | 518-527 | |
| Justinian I | 527-565 | |
| Justin II | 565-578 | |
| Tiberius II Constantine | 578-582 | |
| Maurice Tiberius | 582-602 | |
| Phocas | 602-610 | |
| Heraclius | 610-641 | |
| Heraclius Constantine | 641 | |
| Heraclonas (Heraclius) | 641 | |
| Constans II (Constantine Pogonatus) | 641-668 | |
| Constantine IV | 668-685 | |
| Justinian II Rhinotmetus | 685-695 | |
| Leontius | 695-698 | |
| Tiberius III | 698-705 | |
| Justinian II Rhinotmetus | 705-711 | |
| Phlippicus | 711-713 | |
| Anastasius II | 713-715 | |
| Theodosius III | 715-717 | |
| Leo III | 717-741 | |
| Constantine V Capronymus | 741-775 | |
| Leo IV | 775-780 | |
| Irene | 797-802 | |
| Nicephorus I | 802-811 | |
| Stauracius | 811 | |
| Michael I Rhangabe | 811-813 | |
| Leo V | 813-820 | |
| Michael II Balbus | 820-829 | |
| Theophilus | 829-842 | |
| Michael III | 842-867 | |
| Basil I | 867-886 | |
| Leo VI | 886-912 | |
| Constantine VII Porphyrogenitus | 913-959 | |
| Romanus I Lecapenus | 959-963 | |
| Romanus II | 959-963 | |
| Nicephorus II Phocas | 963-969 | |
| John I Tzimisces | 969-976 | |
| Basil II Bulgaroctonus | 976-1025 | |
| Constantine VIII | 1025-1028 | |
| Romanus III Argyrus | 1028-1034 | |
| Michael IV | 1034-1041 | |
| Michael V Calaphates | 1041-1042 | |
| Zoe | 1042-1050 | |
| Constantine IX Monomachus | 1042-1055 | |
| Theodora | 1055-1056 | |
| Michael VI Stratioticus | 1056-1057 | |
| Isaac I Comnenus | 1057-1059 | |
| Constantine X Ducas | 1059-1067 | |
| Romanus IV Diogenes | 1067-1071 | |
| Michael VII Ducas | 1071-1078 | |
| Nicephorus III Botaniates | 1078-1081 | |
| Alexius I Comnenus | 1081-1118 | |
| John II Comnenus | 1118-1143 | |
| Manuel II Comnenus | 1143-1180 | |
| Alexius II Comnenus | 1180-1183 | |
| Andronicus I Comnenus | 1183-1185 | |
| Isaac II Angelus | 1185-1195 | |
| Alexius III Angelus | 1195-1203 | |
| Isaac II Angelus & Alexius IV Angelus | 1203-1204 | |
| Alexius V Ducas Murtzuphlus | 1204 |
Referensi
Cavallo, Guglielmo. (ed.). 1997. The Byzantines. Translated from "L'Uomo bizantino" by T. Dunlap, T.L. Fagan, & C. Fagan. University of Chicago Press.
Rogers, Kelly. 2013. The Byzantine Empire: A society that shaped the world. Teacher Created Materials, Inc. pp. 5-7.
Wolff, Anita. (ed.). 2006. Britannica Concise Encyclopedia. Encyclopaedia Britannica, Inc. p. 305.