Hermann Hesse
Hermann Hesse adalah seorang sastrawan berkebangsaan Jerman yang hidup pada dua masa perang, yakni Perang Besar (1914-1918) dan Perang Dunia (1938-1945). Spesialisasi Hesse di dalam dunia sastra adalah prosa dan puisi. Ia mendapatkan penghargaan Nobel bidang Sastra pada tahun 1946.
Pendekatan sastra Hermann Hesse adalah dualitas antara jiwa dan alam serta pencarian spiritual individu di luar batasan masyarakat. Karya-karya Hesse dalam bentuk novel menggambarkan tokoh utama yang melakukan perjalanan ke dalam dirinya sendiri.
Hesse terlahir sebagai anak seorang pengusaha penerbitan di Calw, Black Forest, negara bagian Wuerttemberg. Kedua orang tuanya adalah penganut Protestan yang taat dan menjadi misionaris di negara India. Latar belakang religius ini memberikan pengaruh yang kuat bagi Hesse. Ia masuk ke sekolah seminari Protestan di Maulbronn pada tahun 1891. Namun, keberadaannya di sekolah seminari tersebut tidak bertahan lama. Selanjutnya Hesse berpindah ke sekolah sekuler, akan tetapi di sanapun ia tidak menuntaskan pendidikannya.
Setelah keluar dari sekolah Hermann Hesse memutuskan untuk bekerja. Ia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai kasir pada sebuah toko buku di Tuebingen. Meskipun memiliki pekerjaan sampingan menjadi mekanik, Hesse lebih mendekatkan diri pada dunia buku. Di Tuebingen Herman Hesse bergabung ke dalam sebuah perkumpulan bernama Le Petit Cenacle. Pada masa itulah ia memutuskan untuk lebih serius menekuni profesi sebagai seorang penulis.
Pada tahun 1899 Hesse akhirnya berhasil menerbitkan dua karya, yakni Romantische Lieder dan Eine Stunde Hinter Mitternacht. Lima tahun berselang, yakni pada tahun 1904, Hesse kembali menerbitkan karyanya berupa novel yang berjudul Peter Cemenzind. Novel tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa. Inspirasi dari kunjungannya di India pada tahun 1911 dituangkan ke dalam sebuah novel berjudul Siddhartha, yang terbit pada tahun 1922. Novel tersebut berangkat dari awal kehidupan Pangeran Siddartha Gautama.
Pada masa terjadinya Perang Besar (1914-1918) Hesse tinggal di negara Swiss. Ia menjadi seorang tokoh yang kritis terhadap militerisme dan nasionalisme.
Salah satu karya puisi Hermann Hesse dapat dibaca pada tautan berikut ini: Elisabeth.
Referensi:
Hermann Hesse. Diakses dari http://www.firstworldwar.com/poetsandprose/hesse.htm, pada tanggal 24 November 2017.