Hippies menentang Perang Vietnam

Keberadaan kelompok masyarakat Hippies merupakan sebuah bentuk kontra-budaya (counter-culture). Hippies mendapatkan tempat di dalam sejarah pada saat Amerika Serikat melakukan agresi militer terhadap Vietnam. 

Hippies pada era 1960an menapaktilasi pergerakan kontra-budaya Amerika era 1940an hingga 1950an, yakni Beat Generation. Kelompok ini terdiri atas pemuda/pemudi bohemia, yang melahirkan sejumlah tokoh seperti Jack Kerouac, Allen Ginsberg, dan Williams S. Burroughs. Hippies sebagai kontra-budaya berkembang pada era 1960an. Pergerakan ini diikuti oleh ratusan ribu pemuda dan pemudi Amerika. Lebih lanjut, penolakan Hippies terhadap budaya arus utama (mainstream) Amerika menjadi bentuk dari pemberontakan mereka. Masyarakat Hippie menunjukkan identitasnya dengan rambut dan jenggot panjang, warna-warni, penggunaan obat-obatan psychedelic, musik rock dan percintaan, serta gaya hidup yang sadar terhadap pelestarian lingkungan (eco-conscious). 


Sebagian besar penganut Hippies adalah generasi muda, berkulit putih, berasal dari keluarga kelas menengah, dan mereka yang merasa terkucilkan dari masyarakat kelas menengah mainstream. Mereka lebih memilih tempat yang biaya hidupnya lebih terjangkau. Haight-Ashbury (dekat San Francisco) dan East Village (New York City) menjadi tempat utama kegiatan masyarakat Hippies. Dari kawasan ini jumlah populasinya kemudian berkembang hingga sekitar 300.000 orang dan pergerakan meluas hingga Boston, Seattle, Detroit, dan New Orleans. Hippie menyukai makanan alami, organik, dan lokal, dan semua hal yang diproduksi oleh masyarakat setempat. 


Pergerakan anti-perang Vietnam memang bermula dari kampus, namun di dalam perkembangannya semakin banyak masyarakat di luar kampus yang melakukan aksi menentang agresi militer AS terhadap Vietnam. Hippies bergabung dengan kelompok-kelompok politik radikal untuk mendukung hak sipil dan menentang Perang Vietnam. Mereka menganggap bahwa segala penyakit sosial berasal dari otoritas mainstream, yang di antaranya membiarkan adanya peperangan. Terkait dengan sikap ini, pada tanggal 15 November 1969, oposisi terhadap Perang Vietnam mencapai puncaknya dengan demonstrasi anti-perang di Washington, D.C.,. Satu bulan berikutnya, terjadi tindak kekerasan di sebuah acara perkumpulan Hippies, yakni Altamont Music Festival, memakan korban lima orang tewas. 

Referensi:
Pruitt, S. (2018). How the Vietnam War Empowered the Hippie Movement. HISTORY. Diakses 19 September 2018, dari https://www.history.com/news/vietnam-war-hippies-counter-culture

Popular posts from this blog

Olimpiade yang dibatalkan

Pergerakan teknokrasi dalam arena politik Jepang

Bagaimana masyarakat Indonesia mengenal sepeda motor