Kerjasama BMW dengan Luftwaffe
Selama berlangsung Perang Dunia Kedua, Bayerische Motorenwerke, AG, atau yang kita kenal dengan BMW, menjalin hubungan dengan Angkatan Udara Jerman, Lufwaffe, dalam bentuk suplai pesawat terbang.
Mesin-mesin buatan BMW dipasang pada pesawat-pesawat tempur Luftwaffe, seperti Focke-Wulf Fw 190, Junkers Ju 88, Focke-Wulf Fw 200 Kondor, Junkers Ju 52/3m, dan Henschel Hs 123. BMW juga memproduksi sejumah liquid-cooled inline, antara lain 1926 BMW VI vee-twelve, yang hingga tahun 1938 jumlah produksinya mencapai 9.200 unit. Mesin ini bukan hanya digunakan untuk transportasi udara sipil, tetapi juga merupakan salah satu andalan bagi generasi awal pesawat terbang milik Luftwaffe, seperti He 51, He 70, Do 17, dan He 11. Mesin tersebut memiliki silinder bore x stroke 160m x 190m, kapasitas mesin 46,9 liter, dan berat 510 kilogram. BMW memproduksi dua versi, yakni 6.0 Z dengan rasio kompresi 6.0:1 dan 7.3 Z dengan rasio kompresi 7.3:1. Dengan power rating 660 hp pada 2.200 rpm pada saat pesawat tinggal landas, versi 6.0 Z menghasilkan power-to-weight ratio 1.29 hp/kg, sedangkan versi 7.3 Z menghasilkan take-off power hingga 750 hp.
BMW melakukan inovasi dengan membeli lisensi untuk Pratt & Whitney Hornet air-cooled radial pada tahun 1929. Dengan lisensi tersebut, BMW mengembangkan BMW 132, sebuah nine-cylinder radial yang menjadi andalan bagi Luftwaffe pada akhir 1930an untuk mesin kelas 700 s.d. 1.000 hp. Mesin BMW 132 diproduksi hingga tahun 1945, digunakan untuk berbagai jenis pesawat terbang, seperti Ar 196, Ju 86, Fw 200, Ju 52/3m, He 115, Hs 123, dan Hs 126.
Pada tahun 1935 BMW mendapatkan permintaan untuk membuat radial dengan power yang lebih tinggi untuk menggantikan versi 132. Permintaan tersebut direspon dengan memproduksi BMW 139 18 silinder. Versi 139 ini adalah gabungan dari dua versi 132, menghasilkan mesin bertenaga hingga 1.550 hp dengan kapasitas 55,44 liter. BMW 139 beroperasi untuk pertama kali pada tahun 1938 dan menjadi mesin untuk pesawat-pesawat prototype Fw 190 dan Do 217. Perkembangan lebih lanjut dilakukan dengan keluarnya mesin BMW 801. Versi terbaru ini oleh sejumlah ahli dikatakan sebagai karir puncak dari BMW selama membantu Luftwaffe pada masa Perang Dunia Kedua. Mesin BMW 801 memiliki ukuran silinder 156mm x 156mm, dengan overal displacement 41,8 liter, berat 1.213 kg, power pada saat take-off 1.600 hp pada 2.700 rpm untuk power-to-weight ratio 1,32 hp/kg. Mesin BMW 801 dipasang pada pesawat, antara lain Ju 88C-3, Ju 88C-7, Ju 88C-5, Bv 141B-0, Do 217J, Fw 190A, Ju 290A, dan Ju 188E-1. Jumlah produksi hingga tahun 1945 adalah 61.000 unit.
Referensi:
Wisniewski, Jason R. 2013. Powering the Luftwaffe: German Aero Engines of World War II. British Columbia, Canada: FriesenPress. pp. 12-17,