Mesin ketik

Di dalam sejarahnya, mesin ketik pernah menjadi bagian dari sebuah sistem efisiensi. Pada saat diperkenalkan, mesin ketik menjadi sebuah piranti atau alat yang mempercepat kegiatan menulis dan menjadi standar. Meskin ketik membuat tulisan menjadi seragam dan memungkinkan penggandaan lembar dokumen dengan dipasangkannya karbon pada saat mengetik. Remington Typewriter Company memperkenalkan slogan "To Save Time is to Lengthen Life" sebagai penggambaran efisiensi mesin ketik. 

Perkembangan mesin ketik dimulai pada tahun 1714 pada saat Henry Hill mematenkan mesin tulisnya dengan British Patent No. 395. Mesin buatan Hill tersebut dinamakan "Machine for Transcribing Letters." Memasuki periode awal abad ke-19 para penemu di seluruh dunia mulai saling berlomba untuk membuat piranti tulis mekanis. William Burt memperkenalkan "Typographer" sebagai mesin tulis pertama yang dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1829. Di Italia, pada tahun 1847, Giuseppe Revizza memperkenalkan sebuah mesin yang ia sebut sebagai "cembalo scrivano". Di Brasil, sebuah paten untuk mesin tulis diterbitkan pada tahun 1861 kepada seorang pendeta bernama Azevedo. Tiga tahun berselang, Peter Mitterhofer dari Austria memulai usahanya untuk merancang lima model awal mesin tulis. Piranti yang serupa juga dikembangkan di tempat-tempat lain di seluruh dunia, baik dibuat secara konseptual maupun secara manual oleh para perancang dan penemunya. 

Pembuatan mesin tulis secara lebih massal melalui industri dipelopori oleh John Jones. Ia mengadakan kontrak dengan Rochester Novelty Works, Rochester, New York, untuk membuat tipografer pada tahun 1852. Jones Mechanical Typographer diproduksi dalam jumlah terbatas sebelum pabriknya mengalami musibah kebakaran dan hancur. Semenjak musibah itu produksi menjadi terhenti selamanya. Pada tahun 1856, bertempat di Philadelphia, AS, John H. Cooper memperoleh hak patent atas karyanya, Hand Printing Machine. Sementara itu di Copenhagen, Denmark, Rasmus Malling-Hansen mesin tulis berbentuk melingkar (sirkular) yang ia namakan Skrivekugle pada tahun 1865. Sebutan lain dari mesin ini adalah Writing Ball

Satu lagi inovasi yang penting dilakukan oleh John Pratt, seorang pengacara dari Centre, Alabama, AS. Pada saat mengasingkan diri di Britania selama berlangsungnya Perang Saudara (Civil War), kala itu tahun 1866, Pratt mendapatkan hak patent dari pemerintah Inggris untuk karyanya, Pterotype. Selanjutnya, ia merancang pterotype yang diproduksi oleh E. B. Burge pada tahun 1867.

Usaha-usaha untuk memroduksi mesin ketik secara massal terhambat oleh tiga faktor utama, yakni: belum adanya permintaan; teknik manufaktur terhambat oleh keterbatasan pabrik untuk menghasilkan instrumen yang kompleks; dan kurangnya dukungan dana dari pemerintah, pengusaha, atau individu yang memiliki sumber daya. 

Referensi:
  1. Polt, Richard. 2015. The Typewriter Revolution: A Typist's Companion for the 21st Century. The Countryman Press.
  2. Casillo, Anthony. 2017. Typewriter: Iconic Machines from the Golden Age of Mechanical Writing. California, United States: Chronicle Books LLC. pp. 11-13. 

Popular posts from this blog

Bagaimana masyarakat Indonesia mengenal sepeda motor

Olimpiade yang dibatalkan

Pergerakan teknokrasi dalam arena politik Jepang