Minyak bumi, salah satu temuan terpenting manusia

Minyak bumi telah menjadi salah satu komoditi yang menjadi incaran banyak bangsa. Banyak hal yang berhubungan dengan minyak bumi menyebabkan timbulnya dinamika masyarakat di berbagai tempat di seluruh dunia. Di negara Indonesia, dari waktu ke waktu kenaikan harga bahan bakar minyak hampir senantiasa menyebabkan kekacauan, pun meskin bukan berupa kekacauan fisik, akan tetapi membuat masyarakat terkacaukan pikirannya. Dalam sebuah video yang pernah saya saksikan dari saluran Youtube, narator mengatakan bahwa penemuan minyak bumi mengalahkan penemuan zat-zat berharga sebelumnya, seperti permata, emas, atau perak. Minyak bumi membawa dunia menuju babak baru yang lebih baik karena manfaatnya sebagai obat dan sumber energi; minyak bumi juga seringkali menyebabkan kesengsaraan akibat pertikaian untuk memperebutkannya.

Usaha manusia untuk mencari, menggali, mengolah dan memanfaatkan minyak bumi telah dilakukan semenjak zaman Kerajaan Babilonia, sekitar 2400 tahun yang lalu. Sejumlah tokoh ikonik sepanjang zaman ikut terlibat secara kronologis, baik secara langsung maupun tidak langsung, di dalam perkembangan minyak bumi menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, seperti Herodotus, Alexander the Great, dan Marco Polo.

Berikut ini adalah sejumlah momentum penting yang menandai perkembangan minyak bumi semenjak periode sebelum masehi hingga era kekinian.

(a) Periode Sebelum Masehi:

Pada tahun 450 sejarawan kenamaan Yunani, Herodotus, menceritakan adanya lubang-lubang yang dari dalamnya keluar minyak di dekat Babylon. Pada tahun 325 Alexander the Great memanfaatkan minyak petroleum untuk menyalakan obor dan menakut-nakuti pasukan musuh.

(b) Periode Setelah Masehi:

Riwayat mengenai keberadaan minyak bumi pada periode ini pertama kali diceritakan oleh Lucius Plutarchus, seorang pakar geografi dan penulis esai Yunani, pada tahun 100. Melalui karyanya ia menggambarkan gelembung minyak yang muncul dari tanah di daerah dekat Kirkuk (sekarang berada di wilayah negara Irak). Setelah lebih dari dua abad tidak terdengar berita tentang minyak bumi, pada tahun 347 bangsa Cina melaporkan kepada dunia bahwa mereka telah mengebor lubang-lubang di tanah dengan menggunakan bambu untuk mengekstraksi minyak. Lima abad berselang orang-orang di daerah Baku ditengarai memanfaatkan tanah yang mengandung minyak di dalamnya untuk pemanasan karena mereka kekurangan kayu. Memasuki abad XII diberitakan bahwa orang-orang di Naftalan (Azerbaijan) memanfaatkan minyak bumi untuk menanggulangi berbagai jenis gangguan kesehatan. Pada waktu yang relatif bersamaan Marco Polo, di dalam catatannya pada saat berada di Baku (yang pada waktu itu menjadi bagian dari Persia), mengunjungi pantai Laut Caspia. Di sana ia menyaksikan penduduk setempat menyadap minyak untuk digunakan sebagai obat dan bahan bakar lampu penerangan. Pemanfaatan minyak bumi sebagai bahan bakar lampu juga diberitakan pada sekitar tahun 1500 di Krosno (Polandia). Minyak tersebut merupakan hasil sadapan dari Pegunungan Carpathia.

Penelitian ilmiah pertama kali tentang minyak bumi dilakukan pada tahun 1836 oleh G. I. Gessi di Semenanjung Absheron. Gessi berpedoman pada pernyataan Marshal von Frederick Bibershtein pada tahun 1793 bahwa "Semenanjung Absheron mengandung cadangan minyak yang tidak pernah habis". Di dalam penelitian tersebut Gessi menguraikan tentang komposisi bahan pembentuk minyak bumi. Selanjutnya, beralih ke Amerika, minyak bumi hasil pengeboran sumur-sumur minyak untuk pertama kali dijadikan komoditi yang diperdagangkan. Minyak tersebut berasal dari pengeboran di Marietta, Ohio. Pada awalnya tindakan pengeboran tersebut adalah untuk mendapatkan air garam dan jika minyak yang tercampur di dalamnya dianggap tidak berguna. Sumur minyak Ohio memiliki kedalaman sekitar 150 meterdan menghasilkan kurang-lebih 1 barrel tiap pekannya. Harga tiap gallon pada waktu itu adalah 50-75 sen.

Perkembangan selanjutnya ditandai dengan, antaralain, beroperasinya perusahaan Gas Light Company di Baltimore pada tahun 1816; produksi gas alam komersial pertama di Fredonia, New York, pada tahun 1825; pengiriman pertama minyak antarnegara dari Pennsylvania (Amerika Serikat) ke London (Inggris) pada tahun 1861; pendirian perusahaan pengilangan minyak oleh Rockefeller di Cleveland pada tahun 1863; pendirian perusahaan Standard Oil di Ohio pada tahun 1870, juga oleh Rockefeller; pengeboran pertama minyak bumi di Amerika Selatan, yakni di Danau Maracaibo, Venezuela; penggabungan perusahaan Shell (Inggris) dengan Royal Dutch (Belanda) menjadi Royal Dutch Shell pada tahun 1907; pemberian konsesi minyak kepada Standard of California oleh Arab Saudi, terbentuklah California Arabian Standard Oil Company (Casoc) pada tahun 1933, yang kemudian berubah nama sebelas tahun berselang menjadi Arabian American Oil Company (Aramco); Nasionalisasi aset minyak oleh negara-negara anggota OPEC dan nasionalisasi konsesi British Petroleum oleh Libya pada tahun 1971; Nasionalisasi Iraq Petroleum Concession oleh Irak pada tahun 1972; Nasionalisasi industri minyak Venezuela pada tahun 1975; dan akuisisi Chevron terhadap Gulf Oil setelah memenangkan persaingan dengan Arco.

Demikian kronologi perkembangan minyak bumi dari masa kemasa menurut geohelp.net di dalam artikelnya yang berjudul "History of the World Petroleum Industry (Key Dates)".

Referensi:
World History of Oil and Gas. (2017). Geohelp.net. Diakses pada tanggal 2 Desember 2017, dari http://www.geohelp.net/world.html

Popular posts from this blog

Bagaimana masyarakat Indonesia mengenal sepeda motor

Olimpiade yang dibatalkan

Pergerakan teknokrasi dalam arena politik Jepang