Timbuktu awal pertumbuhan Islam di Afrika
Keberadaan Timbuktu berawal pada abad V manakala sekelompok orang Tuareg mendirikan perkemahan untuk tempat istirahat sementara. Perkemahan tersebut dijaga oleh seorang perempuan tua bernama Buktu. Dari situlah nama daerah tersebut berasal: Timbuktu (tim = tempat).
Timbuktu berlokasi di Afrika, menjadi pintu masuk ke Gurun Sahara. Daerah tersebut menjadi titik pertemuan dan jalur perdagangan pada masa keemasannya.
Perkembangan Islam di Afrika berawal dari Timbuktu. Pada era kejayaannya Timbuktu pernah memiliki perguruan tinggi tempat belajar Al Qur'an bernama Sankore University dan sekolah-sekolah Islam terkemuka. Di situlah berkumpul para intelektual dan ahli ilmu agama Islam.
Timbuktu memiliki tiga buah masjid besar: Djingareyber, Sankore, dan Sidi Yahia. Arsitektur dan fungsi ketiga masjid yang dibangun sejak abad XIII ikut mengilhami masjid-masjid masa kini.
Timbuktu sekarang termasuk ke dalam UNESCO World Heritage List, kategori situs yang terancam kelestariannya. Sebagai usaha untuk mempertahankan keberadaannya, tiga rencana pengelolaan telah diberlakukan, yaitu Revitalization and Safeguarding Plan of the Old Town (2005), Strategic Sanitary Plan (2005), dan Conservation and Management Plan (2006-2010).
Referensi: whc.unesco.org